Bursa Global Kurang Bersahabat, Perhatikwn Rilis GDP Q1 Jepang ! | EMB 18 Mei 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan awal pekan hari ini (17/5/2021) setelah libur panjang pekan lalu ditutup melemah di level 5834 (-1.76%) atau secara teknikal membentuk pola candle bearish breakways dengan nilai transaksi sebesar Rp 12.01 Triliun dan volume transaksi sebesar 18.56 Miliar lembar saham, dimana asing melakukan Aksi Beli Bersih (Net Foreign Buy) Rp 52.04 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: BBCA 314.(B) , BMRI 68.9(B) , ANTM 56.6(B) , BBNI 32.1(B) , TBIG 21.8(B) , UNVR 16.6(B). Semua sektor hari ini bergerak melemah membebani laju indeks perdagangan yakni sektor Basic Materials (-4.355%), Consumer Non-Cyclical (-2.357%), Properties & Real Estate (-2.142%), Industrials (-2.092%), Technology (-1.812%), Infrastructures (-1.667%), Transportation & Logistic (-1.296%), Consumer Cyclicals (-1.284%), Financials (-0.992%), Energy (-0.601%), dan Healthcare (-0.211%).
Pergerakan IHSG pada hari ini jika dilihat dari awal pembukaan sesi 1 hingga penutupan pada sesi 2 cenderung mengalami pelemahan, dan pelemahan tersebut menurut kami wajar terjadi karena seperti yang kita lihat sebelumnya bahwa pekan lalu ketika bursa domestik tengah libur bursa regional dan US kompak mengalami penurunan yang diakibatkan adanya kekhwatiran akan tingginya tingkat inflasi di US. Jadi bisa dikatakan bahwa respon market domestik akan adanya kekhwatiran tersebut baru terjadi diawal pekan ini. Recovery ekonomi US terus berjalan, masyarakat mulai meningkatkan spendingnya dan membeli barang dan jasa yang membuat demand meningkat dan perputaran mata uang juga meningkat. Beberapa korporasi juga tengah mengembangkan bisnisnya dan melakukan ekspansi serta yang terakhir mengenai kenaikan harga komoditas yang menandakan adanya aktivitas ekonomi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya juga menjadi faktor yang menyebabkan kekhawatiran para pelaku pasar akan tingginya tingkat inflasi di US meningkat signifikan.
Mengapa demikian? karena ketika terjadi inflasi yang tinggi di US maka potensi The Fed selaku pemegang kebijakan moneter untuk menaikkan suku bunga acuan semakin besar, hal inilah yang dinamakan Taper Tantrum dan ketika terjadi hal demikian maka akan mempengaruhi pergerakan market, karena perubahan kebijakan moneter secara tiba-tiba akan menjadi salah satu risiko yang besar bagi investor.
Kemudian dari domestik risiko lain datang dari kekhawatiran akan perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Meskipun jika kita lihat berdasarkan kurva penyebarannya di Indonesia cenderung melandai, namun masuknya berbagai varian mutan dan adanya fenomena mudik lebaran yang sebenarnya dari pemerintah sudah melakukan pembatasan bahkan larangan tetapi ada banyak masyarakat yang masih melakukan mudik lebaran dan pekan ini merupakan pekan arus balik dari mudik lebaran tersebut, sehingga perlu diwaspadai terkait dari perkembangan kasus penyebaran virus Covid-19 ini pasca libur lebaran.
Kemudian, dari domestik ada kabar mengenai Rebalancing Indeks MSCI yang sempat membuat fluktuasi harga saham beberapa emiten seperti PGAS, TBIG, IPTV, TCPI, NATO dan juga BRIS cukup tinggi. Rebalancing Indeks MSCI ini efektif pada 28 Mei 2021. Untuk PGAS terjadi perpindahan dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index, kemudian untuk TBIG, BRIS, NATO, IPTV, dan TCPI dipindahkan ke MSCI Global Standard Index dari sebelumnya MSCI Small Cap Index.
Selanjutnya, untuk beberapa indikator ekonomi yang rilis hari ini dari China ada terkait data penjualan ritel yang menurun dibandingkan sebelumnya yakni 17.7% dari 34.2%, kemudian ada juga terkait Industrial Production selama bulan April yang mengalami penurunan yakni dari 14.1% menjadi 9.8%, dan terkahir terkait data tingkat pengangguran di US yang cenderung menurun tipis yakni 5.1% dari 5.3%.
Untuk indikator ekonomi yang akan rilis hari selasa dan perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar diantaranya Neraca Perdagangan dan GDP Growth Rate secara tahunan dan kuartal untuk Q1 Euro Area, yang di proyeksikan akan mengalami sedikit perbaikan dibandingkan sebelumnya.
Berdasarkan beberapa hal diatas, untuk pergerakan indeks domestik kami memproyeksikan pergerakan indeks pada hari Selasa akan cenderung masih mengalami pelemahan, yakni berkisar di range pergerakan harga 5780 - 5860. Menurut kami Indeks masih akan sulit menembus level psikologisnya yakni 6000.
Tak lupa juga dari domestik, pekan ini akan rilis data terkait neraca perdagangan dan juga ekspor-impor yang sebelumnya cenderung mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Rilisnya 3 data indikator ini menurut kami sedikit banyak akan mempengaruhi juga terhadap pergerakan indeks pada pekan ini.







