Suku Bunga Masih Akan Rendah, Wall Street Bergairah | EMB 07 Mei 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan hari ini (6/5/2021) ditutup melemah pada level 5970 (-0.1%) ditransaksikan senilai Rp 8.89 Triliun dengan volume transaksi 14.73 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Beli Bersih Rp 182.85 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: Net Foreign Buy , TBIG 87.8(B) , BBCA 67.9(B) , ANTM 63.0(B) , BMRI 42.3(B) , BBNI 30.6(B) , JPFA 25.5(B). Indeks dibebani oleh sektor Consumer Non-Cyclical (-1.016%), Basic Materials (-0.588%), Industrials (-0.454%), Consumer Cyclicals (-0.259%), Properties & Real Estate (-0.095%), Energy (-0.054%), kendati ditopang oleh sektor Infrastructures (0.223%), Technology (0.349%), Financials (0.375%), Transportation & Logistic (0.453%), Healthcare (0.51%) yang mengalami penguatan walaupun belum signifikan.
faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks pada hari ini yang cenderung mengalami pelemahan dikarenakan adanya terkait perkembangan pandemi Covid-19. Dibeberapa negara, ada yang sudah mulai melonggarkan pembatasan namun ada juga yang masih belum bahkan mencengkam seperti Jepang. Saat ini per 5 Mei 2021, WHO mencatat jumlah pasien positif corona di Negeri Sakura adalah 612.360 orang. Bertambah 4.734 orang dari hari sebelumnya. Kemudian dinamika pandemi di Malaysia juga patut diwaspadai. WHO melaporkan, jumlah pasien positif corona di Negeri Harimau Malaya per 5 Amei 2021 adalah 420.632. Bertambah 3.120 orang dari hari sebelumnya. Dengan adanya terkait perkembangan kasus tersebut maka sentimen terkait katalis kekhawatiran global akan penyebaran kasus Covid-19 ini kembali terangkat setelah sebelumnya market sempat optimis akan rilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia apda kuartal 1 2021 yang terlihat ada perbaikan dair sebelumnya.
Kemudian untuk sentimen dari data ekonomi sendiri hari ini cukup minim, namun besok hari Jumat dari domestik akan rilis data terkait Cadangan Devisa Indonesia yang diproyeksikan akan mengalami peningkatan dibanidngkan sebelumnya yakni dari $137.1B menjadi $139B. Kemudian akan rilis juga data dari China terkait Neraca perdagangan, ekspor dan impor yang diproyeksikan akan mengalami perbaikan dibandingkan dengan sebelumnya. Kemudian dari US juga akan rilis data terkait Non Farm Payrolls serta Unemployment Rate yang di proyeksikan terjadi perbaikan yakni untuk Unemployment Rate dari 6% menjadi 5.8% menurut konsensus Trading EConomics, lalu untuk Nonfarm Payrolls diproyeksikan menurut konsensus Trading Economics akan emngalami peningkatan cukup signifikan dari sebelumnya 916K menjadi 978K. Sehingga berdasarkan proyeksi rilis data tersebut kami memproyeksikan indeks pada Jumat diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range pergerakan 5950 - 6000.







