Virus Corona Belum Usai, Bagaimana Kabar Ekonomi Ke Depannya? | EMB 03 Mei 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan Jumat (30/4/2021) ditutup melemah pada level 5996 (-0.29%) ditransaksikan senilai Rp 9.95 Triliun dengan volume transaksi 18.97 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Beli Bersih Rp 183.73 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: TBIG 87.3(B) , ASII 77.6(B) , BBCA 65.6(B) , BMRI 49.8(B) , UNVR 30.3(B) , EXCL 20.1(B) , PTBA 17.7(B). Adapun sektor yang membebani laju indeks perdagangan kemarin meliputi sektor Finance (-0.993%), Trade (-0.629%), Property (-0.414%), dan Consumer (-0.111%). Dan untuk sektor yang masih menopang laju indeks akhir pekan lalu meliputi sektor Manufactur (0.362%), Infrastructure (0.479%), Agriculture (0.612%), Misc-Ind (0.766%), dan Basic-Ind (0.786%).
Pergerakan indeks di akhir pekan kemarin cenderung cenderung melemah dibandingkan hari sebelumnya yang sempat bergerak optimis lantaran hasil dari rapat The Fed yang sesuai ekspetasi serta rilisnya GDP US yang cukup optimis. Pelemahan indeks yang terjadi lebih karena adanya kekhawatiran investor akan kenaikan inflasi yang terjadi di US dan mengakibatkan yield obligasi juga mengalami kenaikan, sehingga dikhawatirkan nanti akan banyak investor yang berpindah dari saham ke obligasi (capital outflow) karena kenaikan yield tersebut. Lalu kekhawatiran berikutnya yang membuat indeks mengalami penurunan yakni masih mengenai penyebaran kasus virus Covid-19 secara global yang dikhawatirkan semakin tinggi. Dari domestik yang sebelumnya cenderung melandai, namun beberapa hari terakhir mengalami kenaikan namun tidak signifikan dari penyebaran kasus Covid-19 tersebut yang diperkirakan akibat dari adanya momentum ramadhan yang membuat banyak masyarakat melakukan kegiatan berkumpul seperti buka puasa bersama yang memicu kenaikan penularan virus Covid-19 tersebut.
Kemudian untuk data indikator ekonomi pekan depan cukup banyak data penting yang akan rilis dan memungkinkan mempengaruhi pergerakan indeks pada pekan depan. Dari domestik hari Senin pekan depan akan rilis menganai Markit Manufacturing PMI selama bulan April yang diproyeksikan akan mengalami ekspansi cenderung menguat dari sebelumnya 53.2 menjadi 54. Lalu ada juga rilis data mengenai tingkat Inflasi secara tahunan dan month-on-month selama bulan April yang diproyeksikan menurut konsensus Trading Economics mengalami kenaikan juga menjadi 0.17% dari 0.08%, masih dari domestik akan rilis juga data mengenai Tourist Arrivals yang sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup dalam akibat adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir disemua negara dan kini diproyeksikan menurut konsensus Trading EConomics akan ada sedikit perbaikan dari -86.6% menjadi -75%. Kemudian masih dari domestik hari Rabu akan rilis juga data GDP Indonesia secara kuartal dan tahunan yang di proyeksikan akan mengalami perbaikan dibandingkan dengan sebelumnya. Dimana seperti yang kita lihat dari data sebelumnya untuk data ekonomi Indonesia seperti Inflasi, IKK, dan ekspor impor cukup mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya. Menurut proyeksi Trading Economics untuk GDP Indonesia akan membaik dikisaran 1% dari sebelumnya -0.42%, dan jika benar sesuai proyeksi ini akan menjadi sentimen yang positif bagi bursa domestik setelah sebelumnya GDP Indonesia berturut-turut tumbuh minus karena akibat dari dampak pandemi Covid-19. Tidak ketinggalan hari Jumat juga akan rilis data Cadangan Devisa dari Indonesia selama bulan April yang diproyeksikan akan mengalami kenaikan juga dari sbeelumnya US$137.1bn menjadi US$139bn.
Selain dari domestik, dari eksternal yakni US juga akan rilis data mengenai Markit Manufacturing PMI nya yang di proyeksikan akan mengalami ekspansi cenderung menguat, kemudian ada juga mengenai data neraca perdagangan serta ekspor-impor US yang di proyeksikan akan membaik juga dari sebelumnya. Kemudian dari China juga akan rilis data mengenai Caixin Service dan Composite PMI selama bulan April yang diproyeksikan akan membaik juga seiring dengan kondisi yang ada saat ini. Serta dari China juga akan rilis data mengenai neraca perdaganagn dan ekspor-impornya pada hari Jumat (7/5/2021).
Berdasarkan data dan ekspetasi yang cukup positif dari konsensus diatas untuk hari Senin (3/5/2021) indeks masih diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada pergerakan range harga di 5970 - 6030.







