Semoga IHSG Happy Weekend | EMB 09 Apr 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk pola candle three white soldier ke level 6071 atau menguat sebesar 0.58%. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. indikator stochastic juga nampak terjadi golden cross yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Indeks ditopang oleh sektor Mining (1,629%), Property (1,286%), Basic Industry (1,159%), Manufacture (0,697%), Finance (0,635%), Consumer (0,626%), Agriculture (0,428%), Trade (0,164%), kendati dibebani oleh sektor Miscellaneous Industry (-0,25%), Infrastructure (-0,385%) yang mengalami pelemahan walaupun tidak begitu signifikan.Indeks pada hari ini diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada range pergerakan 6000 - 6120
Beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini 8 April 2021 dari eksternal atau global yakni adanya rilis data kepercayaan konsumen dari Jepang yang tercatat mengalami kenaikan namun belum diatas 50 sebagai acuan keoptimisan data kepercayaan konsumen disana, lalu ada juga rilis data PMI Konstruksi dari Euro Area dan Jerman masing-masing 50.1 dan 47.5, dimana keduanya sama-sama mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Lalu yang terakhir investor masih menanti data klaim pengangguran di Amerika Serikat yang diperkirakan akan mengalami penurunan menurut konsensus Trading economic menjadi 680000 dari sebelumnya 719000. Apabila benar terjadi penurunan maka sentimen positif untuk negeri paman sam tersebut kembali bertambah setelah beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang sudah rilis sebelumnya cukup memuaskan seperti data tingkat pengangguran dan industri manufakturnya. Lalu untuk hari Jumat 9 April 2021 Investor juga perlu mencermati adanya rilis data Indeks kepercayaan Konsumen atau Consumer Confidence domestik yang diperkirakan mengalami pertumbuhan dari sebelumnya 85.8 menjadi 87. Namun angka tersebut belum dikatakan baik karena masih dibawah 100, dimana untuk Consumer Confidence Indonesia sendiri seperti yang kita ketahui, dapat dikatakan optimis apabila angkanya diatas 100. Artinya apa? artinya bahwa saat ini tingkat kepercayaan konsumen masih rendah atau cenderung belum stabil seiring dengan masih adanya dampak dari Covid-19 yang menyebabkan angka Kepercayaan Konsumen ini dari April 2020 hingga Februari 2021 masih bergerak dibawah 100. Selain dari dometik, pada hari jumat investor juga perlu mencermati rilisnya data Inflasi secara year-on-year dan month-to-month dari China.
Selain katalis berdasarkan kalender ekonomi yang sudah rilis kemarin dan akan rilis hari ini ada juga sentimen positif dari IMF yang meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang semula 5.5% menjadi 6%. Adanya peningkatan proyeksi tersebut membuat investor kembali optimis akan adanya perbaikan ekonomi pada tahun ini, meskipun pemulihan tahun ini masih belum akan kembali stabil seperti kondisi sebelum adanya pandemi, tetapi akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2020, ditambah dengan harapan investor mengenai distribusi vaksin yang mampu berjalan lancar sehingga masyarakat bisa lebih tenang dalam menjalani aktivitasnya. Meningkatnya optimisme pasar ini akan menjadi sentimen positif bagi instrumen investasi berisiko seperti saham. Namun, akan menjadi sentimen negatif bagi instrumen minim risiko seperti emas dan obligasi. Mengapa demikian? Karena apabila kondisi ekonomi global membaik maka akan mengurangi tingkat kekhawatiran para pelaku pasar terhadap kondisi yang ada, dan hal tersebut membuat investor jauh lebih berani untuk masuk kedalam instrumen investasi yang berisiko. Sebaliknya, untuk aset-aset minim risiko seperti emas dan obligasi (safe haven) akan mengalami koreksi. Lalu selain itu, sentiment positif juga datang dari mambaiknya PMI industri jasa di China yakni sebesar 54.3 dari sebelumnya yakni sebesar 51.5.







