Pajak US Berpotensi Naik Lagi, Kasus Covid Eropa Meningkat, Bagaimana IHSG? | EMB 22 Mar 21 | 01 January 1970
Masih dari AS, pelaku pasar mulai mengendus adanya kemungkinan pemerintahan Presiden Joseph 'Joe' Biden untuk menaikkan tarif pajak. Maklum, pemerintah butuh pemasukan untuk membiayai pembengkakan pengeluaran, termasuk untuk paket stimulus bernilai US$ 1,9 triliun. Kenaikan tarif pajak di AS bisa menjadi sentimen positif atau negatif. Berita buruknya dulu, kemungkinan Wall Street akan kembali tertekan karena persepsi penurunan laba perusahaan. Kalau Wall Street merah, maka pasar keuangan lain akan mengikuti, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, kenaikan tarif PPh di AS akan membuat perusahaan-perusahaan di sana memindahkan aktivitas di negara lain.
Investor masih harus mewaspadai tren kenaikan yield obligasi pemerintah AS. Sentimen ini terus menjadi momok di pasar keuangan negara berkembang, dan sepertinya belum reda. Thomas Birkin, Presiden The Fed cabang Richmond, menyatakan bahwa kenaikan yield mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi AS. Kenaikan yield, yang mencerminkan kenaikan ekspektasi inflasi, menandakan permintaan bakal meningkat. Masih terkait AS, sepertinya hubungan Washington-Beijing akan semakin memanas. Akhir pekan lalu, pemerintah China melarang mobil Tesla memasuki komplek militer karena kekhawatiran soal keamanan negara. Ada kemungkinan kamera terpasang di mobil bikinan AS itu sehingga rahasia negara bisa bocor. Langkah ini semacam balas dendam karena AS memperlakukan perusahaan China dengan kebijakan serupa. Huawei, misalnya, dibatasi untuk memasok komponen bagi perusahaan teknologi AS karena isu ancaman keamanan. Awalnya ada kelegaan karena Biden dianggap tidak akan sefrontal Trump dalam hal relasi dengan China. Namun ternyata hampir sama, Biden pun masih 'galak' terhadap Negeri Panda.
Kali ini dari dalam negeri, pemerintah resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 5 April 2021. Cakupannya kini bertambah ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Namun, pemerintah memberi kelonggaran terhadap sejumlah aktivitas.
Indeks pada perdagangan minggu lalu ditutup menguat membentuk pola consolidation ke level 6347. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. Indikator stochastic juga nampak terjadi golden cross yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Indeks hari ini ditopang oleh sektor Consumer (2,469%), Manufacture (1,662%), Basic Industry (0,991%), Miscellaneous Industry (0,853%), kendati dibebani oleh sektor Finance (-0,276%), Infrastructure (-0,358%), Trade (-0,629%), Mining (-0,662%), Agriculture (-1,168%), Property (-1,529%) yang mengalami pelemahan walaupun belum signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range pergerakan 6300 - 6380.







