Terima Kasih Jerome Powell, Siap-Siap IHSG Berpotensi Rebound! | EMB 18 Mar 21 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah membentuk pola consolidation ke level 6277. Ditransaksikan dengan volume yang realtif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. Indikator stochastic juga nampak terjadi death cross yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan. Indeks hari ini dibebani oleh sektorAgriculture (-1,248%), Trade (-1,002%), Finance (-0,949%), Property (-0,471%), Consumer (-0,397%), Mining (-0,08%), Manufacture (-0,072%), kendati ditopang oleh sektor Basic Industry (0,175%), Infrastructure (0,23%), Miscellaneous Industry (0,334%) yang mengalami penguatan walaupun belum signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range pergerakan 6230 - 6300.
Konfirmasi yang dinanti-nanti dalam 3 hari terakhir itu akhirnya muncul juga. Bank sentral Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa kebijakan moneter longgar-yang memungkinkan suku bunga rendah dan aksi gelontor likuiditas di pasar-bakal tersebut berlanjut. Koreksi rupiah, obligasi, dan saham yang terjadi dalam 3 hari kemarin pun kemungkinan besar akan terhenti pada hari ini. Pasar akan
kelebihan likuiditas, dan investor global akan "terposisikan" untuk betah menempatkan dananya di aset portofolio emerging market.
Dalam pidatonya, The Fed mengakui bahwa inflasi tahun ini bisa menyentuh angka 2,2%, di atas rerata patokan yang biasa mereka pakai untuk mencegah mesin ekonomi terlalu panas (overheated). Namun, secara bersamaan The Fed menegaskan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter longgarnya tersebut demi pasar tenaga kerja dan ekonomi yang membaik. Artinya, inflasi boleh
saja tinggi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun (yang jadi acuan pasar) boleh naik mendekati angka 2%, suku bunga nyaris nol persen akan dipertahankan.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan menggelar konferensi pers seteah Gubernur BI Perry Warjiyo dan kolega menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Maret 2021. Hasilnya, suku bunga acuan bulan ini kemungkinan akan ditahan di level 3,5%. Dengan kondisi afirmatif akan outlook pemulihan dan kebijakan moneter longgar, maka tak ada alasan bagi pasar saham untuk kembali terkoreksi hari ini. Apalagi, harga komoditas juga naik seperti minyak sawit mentah (+1%), batu bara (+1,7%), timah (+2,2%), dan nikel (+0,5%). (Source : CNBC Indonesia)







