BPS Akan Rilis Neraca Perdagangan, Menanti Geliat Industri Nasional, Bagaimana IHSG? | EMB 15 Mar 21 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk pola gap up ke level 6358. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan.Indikator stochastic juga nampak terjadi golden cross yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Indeks hari ini ditopang oleh sektor Agriculture (3,255%), Basic Industry (3,086%), Consumer (1,286%), Finance (0,868%), Infrastructure (1,625%), Manufacture (1,902%), Mining (3,688%), Miscellaneous Industry (0,882%), Property (3,225%), Trade (0,281%). Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada range pergerakan 6300 - 6400
Hari ini sinyal geliat industri manufaktur nasional berpeluang muncul, dari rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) soal neraca perdagangan. Namun, rupiah berpeluang tertolong karena surplus perdagangan diprediksi masih tercetak, sehingga menambah devisa hasil ekspor nasional.
Lembaga yang berkantor di Jalan Sutomo, Pasar Baru, tersebut akan mengumumkan kinerja ekspor Indonesia per Februari 2021 siang nanti. Secara historis, sebelum pandemi, Indonesia merupakan negara yang berlangganan mencetak defisit neraca perdagangan sejak booming ekspor komoditas terhenti.
Tanpa lonjakan nilai ekspor dari komoditas, angka impor pun tak memiliki penyeimbang dan defisit tak terbendung. Pasalnya, struktur manufaktur nasional masih bergantung pada barang modal dan bahan baku impor, dengan kontribusi mencapai 90% dari total impor nasional.
Oleh karena itu, kenaikan impor secara ironis justru membagikan sentimen positif bagi pelaku pasar karena menandakan bahwa aktivitas manufaktur kembali bergeliat, di mana pabrik-pabrik menambah impor stok barang modal ataupun bahan baku untuk mendukung produksi mereka.







