Menanti Stimulus US Minggu Ini, Semoga IHSG Bersahabat | EMB 08 Feb 21 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6259 (-0.51%) ditransaksikan senilai Rp 16.67 Triliun dengan volume transaksi 30.29 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -956.86 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: INCO -69.(B) , ICBP -67.(B) , UNTR -60.(B) , BMRI -49.(B) , CPIN -44.(B) , ASII -35.(B) , ANTM -30.(B).
Adapun sektor yang membebani laju indeks kemarin meliputi sektor Trade (-0.177%), Agriculture (-0.599%), Consumer (-0.611%), Manufactur (-0.846%), Misc-Ind (-0.931%), Property (-1.062%), Basic-Ind (-1.119%), Infrastructure (-1.372%), Mining (-2.785%) dimana sektor yang masih menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Finance (0.317%).
Indeks pada perdagangan kemarin terpantau bergerak mix dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 6258 (-0.50%). Pelemahan Indeks seirama dengan pelemahan bursa lainnya Asia. Dimana bursa Asia turut mengalami pelemahan menyusul koreksi tajam bursa saham Amerika Serikat yang diakibatkan karena kekecewaan pasar terhadap bank sentral AS Federal Reserve yang dinilai tidak menunjukkan sikap yang jelas terhadap pergerakan pasar obligasi yang bikin waswas.
Secara teknikal, Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah membentuk pola three black crows 6258. Ditransaksikan dengan volume yang realtif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. Indikator stochastic terjadi death cross yang mengindikasikan ada potensi pelemahan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada range pergerakan 6200 - 6300.







