Akhirnya Stimulus COVID-19 Senilai $1,9 Triliun Disetujui DPR AS | EMB 01 Mar 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6242 (-0.76%) ditransaksikan senilai Rp 21.63 Triliun dengan volume transaksi 24.67 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -94.59 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: ASII -436(B) , ACES -217(B) , BMRI -152(B) , BBNI -59.(B) , UNTR -42.(B) , SMGR -38.(B) , INTP -19.(B). Adapun sektor yang membebani laju indeks hari ini meliputi sektor Infrastructure (-0.034%), Finance (-0.702%), Manufactur (-0.724%), Agriculture (-0.813%), Basic-Ind (-1.098%), Trade (-1.166%), Mining (-1.253%), Property (-1.384%), Misc-Ind (-2.464%) dimana sektor yang masih menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Consumer (0.119%).
Indeks pada perdagangan kemarin terpantau bergerak melemah dan ditutup pada level 6241 (-0.76%). Pelemahan Indeks beriringan dengan pelemahan bursa saham di Asia yang disebabkan kenaikan imbal hasil obligasi. Investor perlu mencermati data yang akan rilis hari ini yaitu data PMI Manufaktur dari beberapa negara seperti Amerika Serikat untuk bulan Februari (final) yang diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan tumbuh terekspansi 58.5 lebih rendah dari sebelumnya yaitu 59.2. Kemudian dari Uni Eropa untuk bulan Februari diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan bertumbuh terekspansi 57.7 dari sebelumnya 54.8. Jerman juga akan merilis data PMI Manufaktur untuk bulan Februari yang diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan bertumbuh Dari Inggris PMI Manufaktur untuk bulan Februari diprediksikan akan tumbuh terekspansi 54.9 dari sebelumnya 54.1. Dari China PMI Manufaktur untuk bulan Februari diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan bertumbuh terkespansi 51.4 dari sebelumnya 51.5 dan dari Indonesia diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan bertumbuh terekspansi sedikit melambat 52 dari sebelumnya 52.2.
Selain itu, Jerman juga akan merilis data Inflasi (final) untuk bulan Februari YoY yang yang diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan bertumbuh 1.2% dari sebelumnya 1% sedangkan untuk bulan Februari MoM diprediksikan oleh Trading Economic akan tumbuh melambat 0.4% dari sebelumnya 0.8%. Dan dari Indonesia tingkat inflasi untuk bulan Februari YoY diprediksikan oleh Trading Economics akan tumbuh 1.44% dari sebelumnya 1.55%, secara bulanan tumbuh 0.4% dari sebelumnya 0.26%.
Secara teknikal, Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah membentuk pola gap down pada level 6241. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. Indikator stochastic juga nampak terjadi death cross yang mengindikasikan ada potensi terjadi aksi pelemahan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range pergerakan 6180- 6280. Adapun saham yang perlu dicermati yaitu UNVR







