Mau Kemana Arah Pergerakan IHSG Hari Ini? | EMB 22 FEB 21 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk pola consolidation pada level 6231. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. Indikator stochastic juga nampak memasuki areal overbought yang mengindikasikan ada potensi terjadi aksi profit taking atau pelemahan. Indeks hari ini ditopang oleh sektor Finance (1,044%), Mining (0,677%), Infrastructure (0,566%), Property (0,551%), Miscellaneous Industry (0,443%), Consumer (0,156%), Manufacture (0,055%), kendati dibebani oleh sektorTrade (-0,145%), Basic Industry (-0,229%), Agriculture (-0,696%) yang mengalami pelemahan walaupun belum signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderung melemah pada range pergerakan 6190- 6270
"Pertama terkait perkembangan pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Mengutip laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 19 Februari 2021 adalah 109.997.288 orang. Bertambah 384.448 orang dibandingkan sehari sebelumnya.
Dalam 14 hari terakhir (6-19 Februari 2021), rata-rata penambahan pasien baru tercatat 387.117 orang per hari. Jauh menurun dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yakni 525.082 orang per hari.Sepertinya vaksin anti-virus corona mulai menunjukkan tajinya. Sejak program vaksinasi dimulai pada akhir 2020, laju penambahan kasus baru semakin melambat.
Menurut catatan Our World in Data, total vaksin yang sudah disuntikkan per 19 Februari 2021 mencapai 200.329.782 dosis. Rata-rata tujuh harian vaksinasi berada di 4.755.183 dosis per hari. Hanya saja, perkembangan positif pandemi Covid-19 secara global tersebut tidak terjadi secara seragam.
Selain itu, dari dalam negeri adanya banjir di sejumlah wilayah pulau Jawa terutama di kawasan Jabodetabek yang menjadi jantung perekomian juga menjadi risiko lain yang patut diwaspadai. Selain kerugian ekonomi dan terhambatnya aktivitas masyarakat, banjir juga berpotensi menimbulkan penyakit lain serta peningkatan risiko penularan Covid-19 di berbagai tenda pengungsian. Pemulihan ekonomi yang berjalan gradual tetapi lambat disertai risiko ketidakpastian yang tinggi membuat BI ikut memangkas prospek pemulihan ekonomi Indonesia untuk tahun ini. Dalam konferensi pers yang digelar virtual pekan lalu (18/2/2021), Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini diperkirakan berada pada kisaran 4,3%-5,3%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada kisaran 4,8%-5,8%.( Source : CNBC Indonesia)"







