Wall Street Kian Optimis, Angin Segar Untuk IHSG | EMB 09 Feb 21 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 6209 (0.93%) ditransaksikan senilai Rp 15.4 Triliun dengan volume transaksi 17.51 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -234.06 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: BBRI 210.(B) , BMRI 205.(B) , BBCA 198.(B) , ANTM 156.(B) , TLKM 122.(B) , ASII 102.(B) , MEDC 94.3(B). Adapun sektor yang menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Property (2.601%), Mining (1.946%), Basic-Ind (1.324%), Finance (1.17%), Trade (0.945%), Agriculture (0.794%), Infrastructure (0.435%), Manufactur (0.297%), Misc-Ind (0.244%), dimana sektor yang masih membebani laju indeks hari ini meliputi sektor Consumer (-0.496%)
Indeks pada perdagangan kemarin terpantau bergerak menguat dan ditutup pada level 6208 (+0.92%) Penguatan Indeks kemarin didukung oleh sentimen pasar yang mengapresiasi komitmen kongres AS dalam mendukung program stimulus fiskal Presiden Joe Biden serta data tenaga kerja AS yang rilis masih cenderung moderat. Selain itu, pasar juga terus mengapresiasi komitmen pemerintah dalam meningkatkan anggaran infrastruktur dan stabilitas inflasi Indonesia ditengah pandemi Covid-19. Harga komoditas dunia yang meningkat turut menjadi katalis positif bagi IHSG. Kendati demikian kemarin dari dalam negri data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk bulan Januari rilis dengan hasil yang kurang optimis berada di bawah level 84.9 semakin jauh dari ambang batas minimun pada level optimis yaitu pada level 100. IKK yang kurang optimis ini sebagai gambaran penurunan ekspetasi terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan yang akan datang. Perkembangan tersebut disebabkan oleh perkiraan terhadap ekspansi kegiatan usaha, ketersediaan lapangan kerja, dan penghasilan ke depan yang tidak sekuat pada bulan sebelumnya. Investor perlu mencermati data ekonomi yang akan rilis hari ini seperti data Neraca perdagangan dari Jerman untuk bulan December yang diprdiksikan oleh Trading Econmic akan tetap mengalami surplus namun mengalami penurunan 16.2 Miliar Euro dari sebelumnya 17.2 Miliar Euro. Dan utntuk transaksi berjalan bulan Desember Jerman diprediksikan oleh Trading Economics akan surplus 23.4 Miliar Euro dari sebelumnya 21.3 Miliar Euro.
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat membentuk pola gap up. Ditransaksikan dengan volume yang relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. Indikator stochastic juga nampak berada pada areal pertengahan yang mana masih ada potensi penguatan terbatas. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada range pergerakan 6150 - 6280. Adapun saham-saham yang perlu dicermati seperti: UNTR, BRIS, ANTM, TINS, WSKT, ADHI, PTPP, WIKA, IRRA, AGRO







