Katalis Minggu Ini Masih Mix, Gimana Market Minggu Ini? | EMB 01 Feb 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 5862 (-1.96%) ditransaksikan senilai Rp 16.65 Triliun dengan volume transaksi 16.98 Miliar lembar saham dimana asing melakukan Aksi Jual Bersih Rp -921.72 Miliar. Adapun sektor yang membebani laju indeks hari ini meliputi sektor Property (-0.561%), Basic-Ind (-1.61%), Manufactur (-2.035%), Infrastructure (-2.149%), Misc-Ind (-2.166%), Consumer (-2.308%), Finance (-3.149%) dimana sektor yang masih menopang laju indeks hari ini meliputi sektor Agriculture (0.711%), Mining (0.306%), Trade (0.232%).
Indeks pada perdagangan kemarin terpantau bergerak melemah cukup signifikan dan ditutup pada level 5862 (-1.95%). Pelemahan Indeks pada perdagangan kemarin disebabkan karena adanya aksi jual masif oleh investor asing pada saham-saham big cap seprti BBRI dan BMRI. Selain itu pelemahan Indeks hari ini dipicu oleh rilisnya laporan keuangan kuartal IV 2020 dari beberapa emiten perbankan yang menunjukkan penurunan laba bersih yang cukup signifikan. Di mana, Indeks sempat mengalami penguatan kembali namun setelah rilisnya laporan keuangan dari beberapa emiten perbankan, Indeks kembali mengalami pelemahan. Seperti yang kita ketahui, saham-saham perbankan merupakan salah satu yang mempunya kapitalisasi besar dan cukup berpengaruh bagi laju IHSG. Disaat saham-saham perbankan mengalami pelemahan, maka Indeks juga berpotensi akan mengalami pelemahan. Investor juga perlu mencermati data ekonomi yang akan rilis seperti data Indeks PMI Manufaktur untuk bulan Januari dari Amerika Serikat, di mana diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan mengalami pertumbuhan yang terekspansi. Data Indeks PMI Manufaktur Zona Eropa juga akan dirilis dimana prediksi Trading Economic akan mengalami perlambatan namun tidak terkontraksi dan untuk data tingkat pengangguran di Zona Eropa akan mengalami peningkatan menurut prediksi Trading Economic. Dari Jerman akan rilis data Indeks PMI Manufaktur untuk bulan Januari dari Jerman yang diprediksikan oleh Trading Economic pertumbuhannya mengalami perlambatan namun tidak terkontraksi sedangkan data penjualan ritel Jerman akan berkurang dari sebelumnya. Kemudian dari China akan dirilis data Indeks PMI Manufaktur untuk bulan Januari yang diprediksikan oleh konsensus Trading Economic pertumbuhannya mengalami perlambatan namun tidak terkontraksi. Dan dari dalam negri, akan rilis Indeks PMI untuk bulan Januari yang diprediksikan oleh konsensus Trading Economic akan bertumbuh sedikit melambat namun belum memasuki fase kontraksi dan untuk tingkat Inflasi Indonesia bulan Januari MoM diprediksikan oleh konsensus Trading Economic pertumbuhannya akan sedikit melambat sama seperti Inflasi Tahunannya.
Secara teknikal ihsg bergerak melemah berada pada fase downtrend menguji level support mayor 5854 disertai dengan volume transaksi yang relatif ramai. Asing dicatatkan melakukan aksi jual bershinya sebesar 921 miliar. Indikator stochastic nampak berada pada areal oversold berpotensi terjadi Golden Cross. Indikasi bahwa Indeks sudah berada pada fase jenuh jual. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbtas pada range pergerakan 5854 -5930. Adapun saham-saham yang perlu dicermati yaitu TKIM, MDKA, SCMA, LPPF, INDY, MEDC, MDKA.







