PPKM Diperpanjang? VS Varian Baru Covid-19! | EMB 06 September 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan minggu lalu ditutup menguat pada level 6118. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari perdagangan. Indeks ditopang oleh sektor Basic Materials (0.047%), Consumer Cyclicals (0.158%), Energy (1.906%), Financials (1.05%), Healthcare (1.169%), Industrials (2.112%), Infrastructures (0.716%), Consumer Non-Cyclical (0.857%), Properties & Real Estate (0.049%), kendati dibebani oleh sektor Technology (-0.593%), Transportation & Logistic (-0.622%) yang mengalami pelemahan walaupun belum signifikan.
Sentimen pertama yaitu dari bursa AS yang mana hari ini akan libur memperingati hari buruh, dan di buka kembali pada hari Selasa. Slip gaji per Agustus tercatat bertambah 235.000, atau jauh dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memprediksi angka 720.000. Angka itu jauh dari capaian Juli yang mencapai 1,05 juta slip gaji. Pemicunya adalah penyebaran kembali varian delta yang membuat optimisme pelaku usaha kembali tertekan, dan mengurangi aktivitas bisnisnya. Selain itu, Pelaku pasar akan kembali memantau data klaim tunjangan pengangguran mingguan yang akan dirilis Kamis pekan ini, karena akan menjadi acuan bagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk mempercepat atau memperlambat kebijakan tapering (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder) yang telah disebutkan akan dilakukan tahun ini.
Sentimen kedua yaitu pada hari ini beberapa agenda nasinoal terkait ekonomi makro layak menjadi perhatian, di antaranya pengumuman Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kemungkinan besar akan diperpanjang. Sebelumnya, pemerintah memutuskan perpanjangan PPKM dari tanggal 31 Agustus hingga 6 September 2021, dengan tambahan wilayah aglomerasi yang masuk ke PPKM level 3, yakni Malang Raya dan Solo Raya. Sementara itu, wilayah Semarang Raya berhasil turun ke level 2. Selanjutnya, Pasar akan mengantisipasi peluang pelonggaran yang diberikan untuk sektor-sektor non-esensial di kota besar Indonesia seperti pusat perbelanjaan, konstruksi, manufaktur, di mana banyak emiten nasional yang bergerak di dalamnya.
Selain itu, pelaku pasar juga harus memantau rapat terbatas (ratas) virtual oleh Presiden Joko WIdodo yang dihadiri anggota kabinetnya. Sejauh ini detil agenda rapat tersebut belum diumumkan.Namun, pemerintah pekan lalu menyatakan bersiap menghadapi gelombang ketiga pandemi, dengan varian Mu atau B.1.621 virus Covid-19. Varian ini diumumkan pada 31 Agustus lalu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kini, virus yang pertama kali ditemukan di Colombia ini telah menyebar ke setidaknya 39 negara.Bagaimana perkembangan ke depannya tentunya akan terus diamati oleh pelaku pasar, sebab penyebaran virus corona Delta saja masih berisiko membuat perekonomian global melambat, apalagi jika corona Mu ikut menyebar luas.
Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range level support 6080 dan level resistance 6150.







