Hati-hati Varian Baru Virus Covid-19 | EMB 02 September 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 6090. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari perdagangan. Indeks dibebani oleh sektor Technology (-3.659%), Basic Materials (-1.668%), Infrastructures (-1.601%), Properties & Real Estate (-1.162%), Financials (-0.854%), Industrials (-0.846%), Consumer Cyclicals (-0.474%), Healthcare (-0.176%), kendati ditopang oleh sektor Consumer Non-Cyclical (0.016%), Transportation & Logistic (0.535%), Energy (0.634%) yang mengalami penguatan walaupun belum signifikan. Indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range level support 6040 dan level resistance 6140.
Pelemahan indeks yang terjadi pads hari Rabu dikarenakan rilisnya data ekonomi Indonesia yakni dtaa manufaktur Indonesia yang masih terkontraksi 43,7 namun cenderung lebih baik dibandingkan dengan periode Juli yang berada dilevel 40,1. Perbaikandata manufaktur tersebut didorong oleh adanya penurunan output dan produksi yang sedikit melambat dibandingkan dengan bulan Juli serta masih adanya gangguan ketenagakerjaan yang cenderung dikurangi oleh beberapa pengusaha karna masih meminimalisir penyebaran kasus Covid-19 sehingga banyak tenaga kerja yang cenderung dikurangi dan terakhir karna adanya tekanan kenaikan harga akibat dampak dari Lonjakan kasus yang terjadi di bulan Agustus ini.
Kemudian rilisnya data tingkat inflasi di bulan Agustus secara bulanan dan tahunan yang keduanya terlihat tumbuh tidak jauh berbeda dengan periode Juli yakni 0,03% dari sebelumnya 0,08% secara bulanan serta 1,59% dari sebelumnya 1,52% secara tahunan atau YoY. Dari angka inflasi tersebut terjadi kenaikan komponen tertinggi terjadi pada komponen pendidikanz dimana memang pada bulan Agustus ini sekolah beberapa sudah ada yang berjalan offline sehingga ada peningkatan biaya operasional pendidikan yang mendorong angka inflasi pada bulan Agustus ini, komponen pendidikam ini memyumbang 1,02% tertinggi diantara pertumbuhan komponen lainnya, sedangkan untuk komponen yang mengalami deflasi paling rendah yakni komponen makanan, minuman dan tembakau.
Selain dari Indonesia, telah rilis juga data manufaktur China yang terkontraksi yakni 49,2 dari sebelunmmya 50,3. Kontraksi ini dikarenakan adanya kenaikan kembali dari kasus Covid-19 varian delta di China yang kemudian menganggu output serta produksi disana, pesanan baru juga dan high raw materials. Lalu dari US juga telah rilis data manufaktur selama bulan Agustus juga yang berasa di level 61,1 dari sebelumnya 63,4. Masih dalam level ekspansi namun cenderung melambat dibandingkan periode Juli 2022.
Kemudian untuk hari Kamis ada beberapa indikator ekonomi yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar meliputi total penjualn kendaraam US, ekspor, impor serta neraca perdagangan us yang diproyeksikan tumbuh namun cenderumg melambat jika jika dibandingkan degan periode Juli juga dan terakhir terkait dari rilisnya data ketenagakerjaan us yakni klaim pengangguran yang dproyeksikan akan cenderung menurun selaa seminggu ini dam menjadi salah satu indikator yang diperhatikan juga oleh The Fed dalam melakukan kebijakan moneter serta Quantitative Easing-nya.







