Belum Ada Kepastian The Fed, Pasar Kembali Pantau Isu Pandemi | 29 Juli 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah membentuk pola candle three black crows pada level 6088.Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari perdagangan. Indeks dibebani oleh sektor Infrastructures (-1.481%), Transportation & Logistic (-0.883%), Industrials (-0.738%), Basic Materials (-0.309%), Technology (-0.157%), Properties & Real Estate (-0.119%), Healthcare (-0.098%), Energy (-0.021%), kendati ditopang oleh sektor Consumer Non-Cyclical (0.06%), Financials (0.155%), Consumer Cyclicals (0.659%) yang mengalami penguatan walaupun tidak signifikan.
Pergerakan indeks pada hari Rabu (28/7/2021) masih cukup terbatas dan cenderung melemah, beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakannya meliputi dari eksternal terkait para pelaku pasar yang menunggu hasil rapat The fed yang berakhir per hari Rabu ini dan akan diumumkan esok hari pada ahri Kamis mengenai kebijakan moneter dan quantitative easing atau QE yang akan dilakukan oleh The Fed, mengingat bahwa kemarin dari IMF mengatakan bahwa angka inflai US saat ini dinilai bukan lagi bersifat temporary, ada potensi kenaikan lanjutan dari angka inflasi US ini, sehingga IMF mmeinta The Fed untuk segera mengambil langkah perlahan terkait QE ataupun kebijakan monter guna meminimalisir kenaikan yang lebih tinggi terhadap angka inflasi US.
Apabila melihat kondisi yang ada saat ini menurut kammi The Fed bisa saja mempercepat perubahan kebijakan moneternya, akan tetapi tidak dalam wkatu dekat ini, yang mana saat ini kondisi ekonomi secra global masih belum cukup stabil, kasus Covid-19 akibat varian baru Delta juga baru-baru ini kembali menyerang beberapa negara terutama Eropa yang hingga kini kembali memberlakukan beberapa pembatasan sosial untuk beberapa negara disana. Sehingga sangat berisiko apabila The fed mengambil langkah untuk perubahan kebijakan moneternya saat ini.
Kemudian dari US, regulasi yang baru saja berlaku di China terkait sektor pendidikan dan teknologi disana juga masih turut mempengaruhi pergerakan indeks domestik. Investor khawatir dengan adanya regulasi tersebut akan berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi China dan dapat meningkatkan angka pengangguran disana. Mengapa kekhawatirna lau pertumbuhan ekonomi China membuat indeks domestik tertekan? karena China merupakan salah satu partner dagang terbesar Indonesia setelah US, dan beberapa negara lainnya. Artinya ketika kodisi ekonomi disana terganggu masa sedikit banyak akan berpengaruh juga bagi Indonesia, baik dari sisi ekspor ataupun impor. Itu kalau dilihat secara umum dan lebih luasnya.
Kemudian, dari domestik katalis yang masih menjadi fokus investor yakni terkait perkembangan kasus COVID-19 yang mulai menurun beberapa hari ini bahkan sudah berkisar di bawah level 30.000, kemudian dari jumlah pasien yang sembuh juga terus mencatatkan rekornya di Asia, karena memang Indonesia merupakan slaah satu negara dengan angka kasus Harian tertinggi beberapa minggu ini di Asia, sehingga wajar apabila untuk angka kesembuhan Covid-19 nya terus mencatatkan rekornya di Asia. Apabila hal ini terus terjadi hingga berakhirnya masa PPKM Level 4 yakni tanggal 2 Agustus 2021 maka bukan tidak mungkin pemerintah akan kembali membuka seluruh aktivitas masyarakat namun protokol kesehatan yang ketat atau dengan kata lain tidak adanya perpanjangan PPKM, tetapi apabila yang terjadi sebaliknya kasus Covid-19 kembali meningkat kemudian Bed Occupancy Rate (BOR) kembali meningkat maka akan ada potensi bagi pemerintah untuk memperpanjang kebijakan tersebut.
Untuk hari Kamis (29/7/2021) ada beberapa katalis yang perlu diperhatikan oleh para investor diantaranya rilisnya suku bunga acuan US atau Fed Interest Rate Decision yang diproyeksikan masih akan sama di level 0.25% meskipun IMF sudah memberi sinyal bahwa The Fed harus memperhatikan angka inflasi US disana. Kemudian akan rilis data pertumbuhan ekonomi US kuartal 2 yangdiproyeksikan berdasarkan konsensus Trading Economic akan cenderung meningkat dibandingkan sebelumnya yakni 8.5% dari 6.4%. ini akan menjadi salah satu katalis positif bagi bursa US. selain itu akan rilis juga terkiat klaim penganggurna US yang diproyeksikan akan cenderung turun dibandingkan sebelumnya yakni 419.000 menjadi 370.000.
Beralih dari busa US ke Eropa, yang pada hari Kamis akan rilis data terkiat indeks kepercayaan konsumen Euro Area yang di proyeksikan masih terkontraksi sebesar -4.4 dair sebelumnya -3.3. Mengikuti proyeksi IKK yang cendeurng lebih rnedah, untuk Consumer Inflation Expectation Euro Area juga proyeksinya cenderung lebih rendah yakni 26.9 dair sebelumnya 27.1. Kemudian dari Jerman akan rilis terkait data tingkat pengangguran yang cenderung stagnan dilevel 3.7%.
Berdasarkan beberapa katalis diatas, maka kami memproyeksikan indeks pada hari Kamis (29/7/2021) diperkirakan akan bergerak pada range level support 6058 dan level resistance 6121.







