Mau Dibawa Kemana IHSG? | 16 Juli 2021 | 01 January 1970
Pergerakan indeks pada hari Kamis cenderung optimis dikarenakan adanya pidato dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell di hadapan Kongres AS pada Rabu (14/7/2021) waktu AS yang menyatakan bahwa belum akan mengubah kebijakan moneternya menjadi ketat, dan memperkirakan inflasi US itu akan melandai atau dengan kata lain kenaikannya saat ini hanya bersifat temporary. Dengan demikian Powell kembali dapat meredakan ketakutan yang sempat terjadi di pasar karena angka inflasi AS bulan Juni yang meroket melebihi ekspektasi. Bos bank sentral AS tersebut menyebutkan bahwa bank sentral bisa menunggu sebelum mulai melonggarkan pembelian obligasinya, meski kenaikan angka inflasi, yang menurut Powell bakal moderat akhir tahun ini. Bukan hanya angka inflasi, namun angka ketenagakerjaan di US juga cenderung sudah mulai membaik dibandingkan dengan tahun lalu.
Selain sentimen positif dari eksternal, dari dalam negeri sendiri telah rilis data neraca perdagangan Indonesia serta ekspor impor yang yang sedikit menurun dibandingkan dengan bulan Mei. Untuk neraca perdagangan masih surplus namun lebih kecil yakni $1.32B dari sebelumnya $2.70B, kemudian ekspor tumbuh sebesar 54.46% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi USD 18,55 miliar, meskipun jika dibandingkan dengan Bulan Mei yang tumbuh sebesar 61.97% ini sedikit mengalami penurunan. Sama haknya dengan eskpor, impor Indonesia dibulan Juni tumbuh sebesar 60.12% menjadi USD 17,23 miliar dari tahun sebelumnya, apabila dibandingkan dengan Mei yang tumbuh sebesar 68.69% ini juga sedikit turun. Untuk ekspor terdiri dari produk non-migas (51,35%) dan produk minyak dan gas (117,15%), sedangkan impor terdiri dari pembelian nonmigas melonjak 48,08% sementara pembelian minyak dan gas melonjak 239,38%. Oleh karenanya, surplus neraca perdagangan yang lebih kecil ini juga diakibatnya oleh kenaikan impor yang lebih rendah 28.36% dari ekspor yang naik 34.78%.
Selain itu, meskipun ada beberapa sentimen yang mendorong kenaikan IHSG pada hari Kamis, dari dalam negeri sentimen negatif terkait kasus Covid-19 yang hingga kini tembus sampai angka 50.000 juga masih menjadi salah satu perhatian para pelaku pasar. Dan para pelaku pasar juga menanti kabar bagaimana kelanjutan terkait kebijakan PPKM Mikro Darurat yang berpotensi diperpanjang hingga 6 pekan.
Kemudian untuk hari Jumat (16/7/2021) akan ada beberpaa indikator ekonomi yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar yakni rilisnya data penjualan eceran US yang diproyeksikan akan tumbuh sebesar -0.4% dari sebelumnya -0.7% (MoM) dan 14% dari sebelumnya 28.1% (YoY) berdasarkan konsensus Trading Economics. Lalu, dari Euro Area akan rilis data terkait tingkat inflasi secara bulanan dan tahunan yang diproyeksikan akan tumbuh sebesar 1.9% dari sebelumnya 2% (YoY) dan staganan 0.3% (MoM), selain itu akan rilis juga neraca perdagangan Euro Area yang diproyeksikan akan surplus sebesar €16.4B dari sebelumnya €10.9B.







