Yuk #DiRumahAja | 14 Juli 2021 | 01 January 1970
Pelemahan IHSG yang terjadi pada hari Selasa (13/7/2021) dikarenakan adanya kabar terkait PPKM Mikro Darurat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang berpotensi diperpanjang hingga 6 pekan. Perpanjangan periode ini dilakukan karna hingga memasuki pekan kedua PPKM MIkro Darurat jumlah kasus baru Covid-19 masih terus bertambah, bahkan sudah menyentuh angka 40.000, dengan total kasus mencapai 2,5 juta orang. Target pemerintah dalam kebijakan PPKM Darurat ini yakni dapat menekan angka kasus BARU COVID-19 hingga dibawah 10.000 perharinya. Sehingga kalau dilihat dari jumlah yang ada saat ini untuk kasus baru tersebut masih jauh dari target pemerintah. Meksipun dari angka kesembuhannya juga mengalami kenaikan.
Perpanjangan periode PPKM Mikro Darurat selama 6 pekan tentu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya menurunnya mobilitas karna banyak yang melakukan aktivitas cenderung dirumah bahkan beberapa kantor juga dianjurkan untuk karyawannya melakukan Work From Home (WFH), untuk sektor esensial sekitar 50% WFH sedangkan untuk sektor non esensial wajib 100% melakukan pekerjaan dari rumah atau WFH, sehingga dari kebijakan itu saja kita bisa melihat bahwa mobilitas akan cenderung turun khususnya dibulan Juli, kemudian akan berpengaruh juga terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini Bank Indonesia juga telah menurunkan proyeksinya untuk full year 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar di 3.8% setelah sebelumnya sempat diproyeksikan tumbuh 4.1%-5.1%. Turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut dengan asumsi bahwa pembatasan sosial karna kasus Covid-19 saat ini kurang lebih berlangsung selama sebulan yang menyebabkan mobilitas dan konsumsi berkuran.
Karena diproyeksikan akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi domestik, sehingga untuk indeks juga pergerakannya akan terpengaruh dengan adanya perpanjangan periode PPKM Mikro Darurat ini. Meskipun pergerakannya masih cenderung bergerak konsolidasi pada range 5800-6100 selama PPKM Mikro Darurat berlangsung. Selain indeks, ada beberapa sektor juga yang berpotensi terkena dampak dari adanya perpanjangan PPKM Mikro Darurat tersebut. Ada yang terkena dampak negatif namun ada pula yang terkena dampak positif. Untuk yang negatif contohnya seperti mall, tempat hiburan lainnya, transportasi, kegiatan produksi dan konsumsi. Sedangkan untuk dampak positifnya meliputi sektor kesehatan yakni farmasi dan rumah sakit yang mana saat ini tengah dibutuhkan sekali untuk penanganan kasus Covid-19. Kemudian sektor telekomunikasi sub industri Integrated Telecommunication Service juga akan diuntungkan karna ketika PPKM Mikro Darurat diperpanjang konsumsi akan jaringan internet kemungkinan akan meningkat.
Kemudian, untuk hari Rabu ada beberapa indikator ekonomi yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar yakni rilisnya data industrial production Euro Area bulan Mei yang diproyeksikan akan menurun dibandingkan dengan sebelumnya yakni 22.2% YoY (22.2% vs 39.3%) dan -0.2% MoM (-0.2% vs 0.8%). Kemudian dari US akan rilis juga terkait persediaan gasoline dan minyak mentah yang diproyeksikan berkurangan menjadi -1.667M untuk gasoline sedangkan minyak mentah -4.333M. Meskipun masih berkurang namun angka ini cenderung lebih baik dibandingkan sebelumnya yang berkurang cukup banyak hingga -6.076M (gasoline) dan -6.866M (minyak mentah). Proyeksi ini sejalan dengan aktivitas ekonomi US dan mobilitasnya yang sudah mulai membaik.







