Kabar Baik The Fed, IHSG Berpotensi Rally Menguat | 08 Juli 2021 | 01 January 1970
Faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks pada hari Rabu yakni terkait dari lonjakan kasus Covid-19 yang hingga kini berdasarkan data terakhir per hari selasa ementerian Kesehatan melaporkan jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 2.345.018 orang, atau bertambah 31.189 orang dari hari sebelumnya. Ini adalah rekor penambahan kasus harian tertinggi sejak virus Covid-19 mewabah di Tanah Air. bahkan dalam 14 hari terakhir, rata-rata tambahan pasien positif baru adalah 23.350 orang per hari, atau melonjak lebih dari 2 kali lipat ketimbang rerata 14 hari sebelumnya (10.628 orang setiap hari). Artinya, jelas kurva kasus Covid-19 Indonesia semakin meningkat tajam.
Saat ini pemerintah tengah memberlakukan kebijakan PPKM Darurat yang terbilang lebih ketat dibandingkan dengan sebelumnya. Kenaikan kasus harian yang terjadi membuat kekhwatiran pasar kembali muncul. Para pelaku pasar khawatir bahwa nantinya lonjakan ini akan menganggu pertumbuhan ekonomi pada kuartal 3, yang akan sedikit terganggu. Bahkan untuk pertumbuhan ekonomi kuartal 2 2021 juga diproyeksikan akan sedikit meleset dari proyeksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan ibu Sri Mulyani yakni kisaran 5%-8%. Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, beberapa indikator ekonomi lainnya serta indeks juga sedikit banyak akan terpengaruh oleh lonjakan kasus Covid-19 saat ini. Sehingga menurut pada kuartal 3 2021 meskipun indeks akan ada potensi kembali menguat namun penguatan yang terjadi cenderung tertahan karena adanya sentimen negatif terkait kenaikan lonjakan kasus Covid-19 ini. Meskipun demikian, masih ada beberapa sektor yang masih bisa diperhatikan pergerakannya salah satunya yakni sektor farmasi terkait obat-obatan dan rumah sakit.
Untuk hari Kamis (8/7/2021) ada beberapa katalis yang perlu dipehatikan oleh para pelaku pasar diantaranya yakni terkait cadangan minyak mentah US berdasarkan survei API yang di proyeksikan masih berkurang namun cenderung lebih baik dari sebelumnya yakni -3.925M dari -8.153M, kemudian akan rilis juga terkait data ketenagakerjaan US mengenai kalim pengangguran yang mana sebelumnya 392.75K dan diproyeksikan akan menurun menjadi 379.25K. Tren penurunan pada klaim pengangguran di US ini bisa menjadi salah satu katalis positif serta atnda bahwa memang saat ini angka pengangguran disana yang sempat tumbuh signifikan akibat Covid-19 perlahan sudha mulai berkurang. Dan beberpaa hari lalu the Fed juga smepat mengatakan bahwa bank sentral akan mulai mengubah kebijakan moneter apabila angka inflasi yang stabil di atas target 2% dan penciptaan lapangan kerja yang maksimal (maximum unemployment). Sehingga penurunan yang terjadi di klaim pengangguran US ini bisa menjadi salah satu katalis positif disana.
Kemudian selain dari US, di Jerman juga akan rilis terkiat data neraca perdaganagn, ekspor sert aimpornya selama bulan Mei. Dimana untuk neraca perdagangan diproyeksikan akan tumbuh sebesar €17.4B dari sebelumnya €15.5B, ekspor 0.6% dari 0.3% dan impornya yakni 0.4% dari -1.7%. Proyeksi yang cukup baik untuk indikator ekonomi Jerman, mengingat sebelumnya beberapa indikator ekonomi untuk negara-negara Eropa cenderung tumbuh melambat dibandingkan negara lainnya karna sempat ada lonjakan kasus dari varian terbaru Covid-19 disana. Namun kini beberpa data indikator ekonomi disana sudah terlihat cukup membaik.







