Menantikan Pengumuman Hasil Rapat The Fed, Bagaimana Dampaknya ke Market? | EMB 16 Juni 2021 | 01 January 1970
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat yakni salah satunya faktornya karena data indikator ekonomi Indonesia yakni ekspor-impor dan neraca perdagangan selama bulan Mei mengalami kenaikan dibandingkan dengan sebelumnya. Bahkan untuk Impor kenaikannya diatas proyeksi pasar yakni 68.68% dari proyeksi 65% dan sebelumnya 29.93%, artinya bahwa aktifitas manufaktur Indonesia sudah kembali berjalan setelah sebelumnya sempat terganggu akibat dari pandemi Covid-19 yang. Dengan hal ini, kami memproyeksikan untuk data PMI Manufactur Indonesia juga nantinya akan ikut terdorong, yakni ekspansi cenderung meningkat. Namun, untuk bulan Juni dan Juli perlu diperhatikan lagi karena saat ini kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia terutama DKI Jakarta kembali meningkat dikarenakan adanya penyebaran virus Covid varian baru dari India sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran kembali yang mungkin bisa menggangu aktifitas ekonomi Indonesia yang pada dasarnya masih dalam proses recovery atau pemulihan.
Kemudian selain Impor, untuk ekspor juga mengalami kenaikan yakni sebesar 58.76% dari 52.02%, peningkatan ini juga diatas konsensus para pelaku pasar. Kenaikan yang terjadi pada ekspor dikarenakan adanya pemulihan lebih lanjut dalam permintaan global dan kenaikan harga komoditas. Penjualan ekspor nonmigas melonjak 58.30% menjadi USD 15.66 miliar, sementara ekspor migas melonjak 66.99% menjadi USD 0.94 miliar, di tengah kenaikan pengiriman minyak mentah. Mengingat lima bulan pertama tahun ini, ekspor tumbuh sebesar 30.58% dari periode yang sama tahun 2020. Terakhir mengenai perdagangan yang kembali mengalami surplus yakni $2.3B dari $2.29B di bulan April di tengah peningkatan ekspor lebih lanjut karena permintaan global membaik. Jika kita bandingkan ketiga data diatas dengan tahun lalu di periode yang sama, ini terbilang cukup membaik, bahkan sudah cenderung tinggi kenaikannya. Artinya pemulihan ekonomi baik global ataupun domestik terus berjalan dan perlahan kembali menghasilkan aktivitas ekonomi yang sebelumnya sempat terhambat akibat dari adanya pandemi Covid-19.
Untuk hari ini, ada beberapa indikator ekonomi yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar diantaranya yakni data terkait neraca perdagangan dan ekspor impor dari Jpenag yang di proyeksikan akan mengalami kenaikan dari sebelumnya yakni ekspor sebesar 51.3% berdasarkan Trading Economics dari 38%, impor 26.6% dari 12.8% sedangkan untuk neraca perdagangannya diproyeksikan akan turun. Kemudian dari Inggris akan rilis juga terkait data inflasinya yang diproyeksikan akan mengalami penurunan yakni 0.3% berdasarakn konsesnsus Trading economics dari 0.6% secara bulanan, sedangkan secara tahunannya diproyeksikan cenderung meningkat menjadi 1.8% dari 1.5%.
Kemudian dari China akan rilis data terkait penjualan eceran yang diproyeksikana akan turun 13.6% dari 17.7% dan tingkat pengangguran yang diproyeksikan cenderung turun namun tidak signifikan. Dan terkahir untuk US akan rilis data terkait harga ekspor-impor yang diproyeksikan akan meningkat namun belum signifikan, seiring dengan pulihnya beberapa sektor dan industri disana, dan data terkait cadangan minyak US.







