Inflasi US Naik Lagi, Hati-hati Kebijakan Monoter The Fed! | EMB 11 Juni 2021 | 01 January 1970
'Indeks pada perdagangan hari kemarin (10/6/2021) ditutup menguat pada level 6107 (+0.99%). Indeks ditopang oleh sektor Technology (9.059%), Financials (1.641%), Consumer Cyclicals (0.932%), Infrastructures (0.9%), Consumer Non-Cyclical (0.593%), Energy (0.323%), Healthcare (0.288%), Industrials (0.183%), Transportation & Logistic (0.118%), kendati dibebani oleh sektor Properties & Real Estate (-0.161%), Basic Materials (-0.558%) yang mengalami pelemahan walaupun tidak signifikan.
Pergerakan Indeks pada hari kemarin cukup optimis, seperti proyeksi kemarin, ketika data retail sales atau penjualan retail Indonesia mengalami kenaikan bahkan cukup optimis yakni sebesar 15.6% tumbuh positf dibandingkan dengan sebelumnya yakni -14.6%. Para pelaku pasar terlihat mengapresiasi rilisnya data penjualan retail tersebut, dan membuat kepercayaan investor terjadap data indikator ekonomi Indonesia pada bulan senjutnya termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal 2 mengalami perbaikan bahkan diproyeksikan akan tumbuh positif.
Selain itu, dari China juga telah rilis data jumlah uang beredar yang terlihat meningkat dibandingkan dengan sebelumnya yakni sebesar 8.3% dari 8.1%. Hal ini menandakan bahwa kegiatan ekonomi disana cukup meningkat sehingga dapat meningkatkan jumlah uang beredar disana, dan hal tersebut merupakan katalis yang cukup positif.
Meskipun para pelaku pasar disini terlihat cukup optimis hingga akhir penutupan perdagangan, namun pada pergerakan ihsg esok hari kami memproyeksikan masih cenderung bergerak konsolidasi dengan range level support 6060 dan level resistance 6140, kemungkinan dengan kecenderungan menguat apabila kenaikan inflasi di US yang akan dirilis malam ini tidak begitu signifikan, namun bisa juga cenderung melemah apabila kenaikan inflasinya cukup tinggi, karena menimbulkan kembali kekhawtairan para pelaku pasar terhadap Tapering.
Kemudian untuk hari ini (11/6/2021) terlihat sedikit rilis data indikator ekonomi yang dapat mendorong pergerakan market, hanya data dari China ytang terlihat berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar yakni terkait penjualan kendaraan bulan Mei yang di proyeksikan akan ada penurunan menurut konsensus Trading Economics yakni sebesar 5% dari 8.6%.







