Indeks pada perdagangan kemarin cenderung kembali mengalami pelemahan, dimana jika lihat pada penutupan perdagangan kemarin pelemahan yang terjaid lebih karena diakibatkan oleh sentimen dari domestik terkait masih adanya kenaikan kasus Covid-19. Bahkan beberapa daerah juga akan memberlakukan kembali pembatasan sosial guna meminimalisir penyebaran tersebut. Dari global sebenarnya katalis negatif saat ini cenderung minim, dan terlihat bahwa memang sentimen domestik masih cenderung mendominasi perg... more
Pergerakan indeks pada minggu lalu cenderung mengalami penguatan, karena turunnya kekhawatiran para pelau pasar terhadap tapering yang dilakukan oleh The Fed, meskipun dari domestik masih terdapat risiko terkait lonjakan kasus Covid-19, sehingga meskipun kini market sudah terlihat optimis namun kekhawatiran akan lonjakan kasus Covdi-19 masih membayangi pasar, sehingga para pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan kasus tersebut.
Beberapa indikator ekonomi yang perlu diperhatikan oleh inv... more
Indeks pada perdagangan kemarin masih terlihat cenderung tertekan, faktor utama yang mempengaruhi pergerakan indeks yakni masih terkait dari lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi didomestik, yang mana kenaikannya jika kita lihat based on kurva statistik Indonesia Covid-19 cases iti rata-rata selama 7 hari sudah diatas angka 13.000 sedangkan untuk kasus barunya kalau diakumulasikan sudah mencapai 15000, sudah hampir mendekati kenaikan tertinggi yang terjadi pada bulan Januari awal tahun 2021. Kena... more
Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Bahka kini sudah melebihi 10.000 untuk rata-rata selama 14 hari dari sebelumnya yang hanya berkisar di 5000. Kenaikan yang cukup signifikan dan membuat kekhawatiran investor akan dampak dari kenaikan kasus ini kembali meningkat yang menyebabkan indeks pada perdangan hari ini (23/6/2021) cenderung mengalami pelemahan yang cukup tajam di akhir perdagangan sesi 2. Kalau kita lihat dari porsi net sell yang terjadi pada hari ini, untuk net f... more
#
Code
Last
Recommend
Target Price
Stop Loss
Comments
1
BRMS
750
BOW
765-785
725
, entry level: 730-750
2
BBRI
3250
BOW
3310-3410
3150
, entry level: 3160-3250
3
CTRA
640
BOW
650-670
620
, entry level: 625-640
4
ENRG
1310
Hold/SOS
1335-1375
1270
-
5
MEDC
1405
Hold/SOS
1430-1475
1360
-
Weekly Trading Summary (Periode: 24-28 Februari 2025)
Weekly Trading Summary (Periode: 17-21 Februari 2025)
Weekly Trading Summary (Periode: 10-14 Februari 2025)
Weekly Trading Summary (Periode: 3-7 Februari 2025)
Weekly Trading Summary (Periode: 27-31 Januari 2025)
Weekly Trading Summary (Periode: 20-24 Januari 2025)
Weekly Trading Summary (Periode: 13-17 Januari 2025)
Weekly Trading Summary (Periode: 6-10 Januari 2025)
Harga Minyak Tembus US$74, Konflik AS–Iran Kembali Panas || Market Insight 15 Juli 2026
BACH IPO WATCHLIST || Market Insight 14 Juli 2026
RANS IPO WATCHLIST || Market Insight 13 Juli 2026
PRDL IPO Watchlist || Market Insight 12 Juli 2026
Cadangan Devisa RI Naik Tipis ke US$145,6 Miliar pada Juni 2026 || Market Insight 11 Juli 2026
PRDL SIAP IPO: Pemulihan Kinerja Mulai Terlihat, tapi Dana IPO Fokus Pangkas Utang || Market Insight 10 Juli 2026
RIGHT ISSUE CALENDAR || Market Insight 9 Juli 2026
B50 Berlaku, Biodiesel Sawit Masuk Babak Baru || Market Insight 8 Juli 2026
Kinerja keuangan PGEO diproyeksikan tetap solid pada 2025 dengan pertumbuhan pendapatan +19,6% YoY menjadi USD 694 juta dan laba bersih naik +23,8% YoY menjadi USD 308 juta, didorong oleh peningkatan produksi panas bumi serta penjualan uap dan listrik berbasis kontrak jangka panjang take-or-pay dengan PLN. Profitabilitas tetap sangat kuat dengan EBITDA margin di atas 80% dan ROE meningkat ke 18,8%, seiring perbaikan struktur permodalan dengan DER turun signifikan menuju 0,25x. Dengan valuasi waj... more
Kinerja keuangan ANTM diproyeksikan melonjak tajam pada 2025 dengan pertumbuhan pendapatan sebesar +54% YoY menjadi Rp106,6 triliun dan laba bersih lebih dari dua kali lipat menjadi Rp7,35 triliun, didorong oleh harga emas yang berada di level tertinggi historis, pemulihan margin nikel, serta kontribusi proyek hilirisasi. EPS diperkirakan mencapai Rp306 per saham, sementara valuasi PER 2026F sebesar 13,4x masih berada di bawah rata-rata sektor tambang. Dengan ROE yang meningkat ke 21,5% pada 202... more
Kinerja keuangan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) diproyeksikan melesat signifikan pada 2025 dengan pertumbuhan pendapatan sebesar +41% yoy menjadi Rp2,1 triliun dan lonjakan laba bersih +122% yoy menjadi Rp677 miliar, didorong oleh usia kebun yang telah memasuki fase prime serta ekspansi kapasitas pabrik pengolahan. Lonjakan laba tersebut mendorong EPS naik ke Rp28,44 per saham dengan valuasi PER 2025F yang sangat rendah di 0,8x, jauh di bawah rata-rata sektor perkebunan 8–12x, menanda... more
Industri telekomunikasi Indonesia pada semester I/2024 menunjukkan dinamika pertumbuhan yang menarik, dengan tiga pemain utama—PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL)—mencatatkan kinerja yang beragam. TLKM masih memimpin dalam hal laba bersih tertinggi, meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, ISAT mencatatkan pertumbuhan laba signifikan berkat strategi efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan jaringan, sement... more
Ekspor Indonesia pada Juni 2024 mengalami penurunan 1% YoY, melanjutkan tren perlambatan sejak pertengahan 2021 akibat penurunan harga komoditas tambang dan perkebunan. Sebaliknya, impor Indonesia pada Juli 2024 meningkat 8% YoY, didorong oleh pertumbuhan signifikan pada impor migas dan nonmigas.... more
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan laba bersih signifikan sebesar CAGR 64,38% dalam beberapa tahun terakhir, didukung efisiensi operasional dan manajemen liabilitas yang baik. Penurunan aset yang mayoritas disebabkan oleh penurunan utang memberikan dampak positif terhadap kesehatan neraca keuangan perusahaan. Dengan rasio likuiditas yang stabil di atas 1, perusahaan menunjukkan kemampuan kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. P... more
Industri timah memiliki peran strategis dalam perekonomian global, terutama sebagai komponen vital dalam teknologi modern, kendaraan listrik, dan energi terbarukan. Sebagai salah satu produsen utama, PT Timah Tbk (TINS) menunjukkan kinerja yang solid di tengah tantangan global, seperti ketidakpastian geopolitik dan penurunan produksi timah dunia sebesar 6,7% pada semester I-2024. Dengan fundamental yang terus membaik, termasuk laba yang melonjak 2.570% yoy dan fokus pada efisiensi operasional, T... more
Pangsa Pasar Perseroan yang Masih Besar
Perumahan subsidi beserta peruntukannya untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki pangsa yang cukup menarik di Indonesia. Data PUPR terbaru menyatakan bahwa backlog perumahan Indonesia pada tahun 2022 mencapai 12.71 Juta jiwa dan diprediksi bakal terus bertambah sekitar 600.000-800.000 rumah tangga baru setiap tahunnya. Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sendiri yang ditargetkan untuk menjangkau segmen MBR memili... more