|
Indek Erdikha 15 adalah indek yang dibuat oleh PT.Erdikha Elit Sekuritas sebagai indikator pembuatan track record atau rekam jejak dari divisi riset, untuk bahan acuan dalam penyusunan strategi pembentukan portofolio dan strategi rebalancing portofolio dalam berbagai kondisi pasar saham.
Pembentukan 15 saham ini diambil dari 9 sektor yang diklasifikasikan oleh BEI, berdasarkan marketcap disektoral. Dari 9 sektor yang tercatat di BEI, kami berikan porsi yang lebih banyak kepada sektor-sektor yang mempuyai market cap besar di BEI.
Selain berdasarkan market cap pembentukan Erdikha 15 juga didasarkan oleh kinerja individual emiten yang tergabung didalam 9 sektor di BEI. Saham yang dapat mewakili sektor nya harus memenuhi kriteria sbb :
Mempuyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi, kami membatasi likuiditas saham pilihan tersebut harus diatas rata-rata likuiditas di sektornya. Selain itu fundamental historis yang juga berperan didalam pemilihan saham kami. Kami memilih saham dengan kinerja 5 tahun kebelakang dengan parameter ROE, DER, EV/EBITDA, OPM, dan secara bisnis perseroan atau emiten sebagai market leader di industrinya.
Saham-saham yang tergabung didalam Erdikha 15 adalah saham : AALI (Astra Agro Lestari) mewakili industri perkebunan/ pertanian. ADHI (Adhi Karya) dan WIKA (Wijaya Karya) Mewakili sektor (Konstruksi & Property). AKRA (AKR Corporation) Mewakili sektor Kimia dan Aneka Industri. ASII (Astra International) Mewakili Misclenanious Sektor. BBCA (Bank BCA), BBRI (Bank BRI) dan BMRI (Bank Mandiri) mewakili sektor perbankan dan keuangan. ISAT (Indosat) dan TLKM (Telekomunikasi Indonesia) dan PGAS (Perusahaan Gas Negara) mewakili sektor infrastruktur.
Sektor Property diwakili oleh saham LPKR (Lippo Karawaci) karena mempuyai likuiditas yang cukup tinggi serta volatilitas sahamnya relatif stabil. Secara Fundamental saham LPRK mempuyai land bank yang cukup besar, dan mempuyai NAV yang cukup besar. Untuk sektor infrastruktur lainnya dalam sub semen sektor kami pilih saham SMGR (Semen Gresik) yang mempuyai performance fundamental baik, dan relatif aman karena merupakan perusahaan BUMN.
Untuk sektor pertambangan sub sektor energi kami memilih saham PTBA (Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam) karena berada didalam sektor industri yang sedang booming, secara fundamental mempuyai potensi kenaikan produksi apabila ekspansi yang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana. Adanya kenaikan harga batubara baik di pasar lokal dan internasional.
Indeks Erdikha 15 ini akan direview setiap 3 bulan sekali yakni pada bulan Mei, bulan Agustus dan bulan November. Mengacu pada formulasi perhitungan indek di BEI, kami juga akan memantau setiap saat dari saham-saham yang masuk kedalam Erdikha 15 yang melakukan corporate action, akan selalu dilakukan adjustment.
Tahun dasar yang ditetapkan untuk membentuk indek Erdikha 15 ini yakni pada tanggal 30 Desember 2008.
Berikut contoh perhitungan indek Erdikha 15.
|