Hubungi Kami |  Disclaimer   
Pengaduan Rekening Dana Investor

Login AKSes
 Online Trading & Reporting
AOnline
Aplikasi online untuk melakukan transaksi beli dan jual saham secara aman, real time dan mudah.
selengkapnya
AO Reporting
Sistem online laporan data nasabah Erdikha.
Daftar
User Login


 Lembaga Terkait







 Keterbukaan Informasi

Keterbukaan Informasi
IPO PT Fuji Finance Indonesia Tbk

fuji_finance

Prospektus Ringkas
IPO PT ENVY TECHNOLOGIES INDONESIA TBK

envy

Informasi Tambahan Prospektus Ringkas
IPO PT ENVY TECHNOLOGIES INDONESIA TBK

envy

Informasi Tambahan Prospektus
IPO PT Fuji Finance Indonesia Tbk

fuji_finance





 Informasi Nasabah
Perubahan T+3 menjadi T+2
  
Perubahan Penyelesaian T+3 menjadi T+2
Success
Bussiness
Bootstrap Carousel
  Market Review & Outlook
19 Juli 2019
The Bulls Trying to Push The Limit

IHSG 6403 +8.6 +0.14%
Foreign Net Buy YTD +69.51T

R2: 6458
R1: 6440
S1: 6375
S2: 6350


Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah terbatas masih bergerak pada trend sideways jangka menengah masih menguji level support 6344 dan level resistant 6430 dengan volume transaksi yang masih cukup ramai. Investor asing nampak memulai aksi distribusi dengan jumlah distribusi 358 Milyard. Indikator stochastik nampak berada di areal pertengahan di livel 50 dengan kecenderungan menuju ke areal oversold, indikasi masih adanya potensi pelemahan 1 hingga 2 hari kedepan. Hampir semua sektor mengalami pelemahan terkecuali sektor konsumer, industri lain-lain nampak telah membebani IHSG disusul oleh sektor infrastruktur. IHSG sedang kurang bertenaga kemarin dengan sentimen positif yang minim. Dari sisi eksternal, sentimen negatif datang dari potensi memanasnya hubungan AS-China di bidang perdagangan. Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona merah. Indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akab bergerak sideways pada range pergerakan 6344-6430.

***Global Sentiment***
Sentimen pertama yaitu Keputusan Perry Warjiyo yang telah memangkas BI Repo Rate 25 bps membuat kemungkinan pasar keuangan Indonesia masih akan menerima imbas positifnya. Setelah pengumuman RDG kemarin, pelaku pasar belum mendapat waktu cukup untuk benar-benar mencerna. Hal ini terlihat dari pergerakan pasar keuangan Indonesia yang ditutup menguat terbatas.

Sentimen kedua yaitu anggota The Fed yang membuat berinvestasi pada aset-aset yang berbasis mata uang rupiah akan tetap menarik bagi investor. Selain itu, komentar Presiden The Fed New York John Williams membuat pelaku pasar global menempatkan taruhan yang lebih besar atas pemangkasan suku bunga acuan AS yang awalnya diekspektasi turun 25 bps, sekarang diproyeksi akan dipangkas 50 bps. Hal ini terlihat dari Dollar Index yang anjlok hingga 0.54% dan ini membuat rupiah dkk untuk menawarkan yang lebih besar kepada investor.

*JSMR menguat Rp 250 (+4.21%) ke level Rp 6,175*
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui PT Jasa Marga Pandaan Tol menerbitkan sukuk ijarah jangka menengah senilai Rp 785 miliar. Penerbitan ini merupakan penggalangan dana yang kedua dari perseroan sepanjang tahun berjalan ini, setelah April lalu menawarkan Kontrak Investasi Dana Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra) senilai Rp 1 triliun. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Jasa Marga Pandaan Tol menawarkan sukuk ijarah dalam dua seri. Seri A senilai Rp 100 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 8,5% dan tenor 3 tahun. Sementara seri B senilai Rp 685 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 9,00% dan memiliki tenor lima tahun.

*WSKT melemah Rp 40 (-1.83%) ke level Rp 2,140*
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mendukung imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta BUMN maupun swasta berkomitmen mencegah terjadinya penyimpangan. Karena itu, WSKT menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK. Sebagaimana dilansir dari keterangan resmi, Director of Human Capital Management & System Development WSKT Hadjar Seti Adji mengklaim, perseroan menjadi salah satu BUMN yang taat menyerahkan LHKPN baik dari segi jumlah peserta maupun ketepatan pelaporan.

Indikator Tingkat
Pertumbuhan ekonomi (Q I-2019 YoY) 5,17%
Inflasi (Juni 2019 YoY) 3,28%
BI 7 Day Reverse Repo Rate (Juni 2019) 6%
Defisit anggaran (APBN 2019) -1,84% PDB
Transaksi berjalan (Q I-2019) -2,6% PDB
Neraca pembayaran (Q I-2019) US$ 2,42 miliar
Cadangan devisa (Juni 2019) US$ 123,8 miliar



Trading Idea

Erdikha 3

Rekomendasi hari ini:     2019-07-19

Saham Harga Sup Res Keterangan Rekomen
ANTM 950 920 980 Sell on strength SELL
CTRA 1170 1150 1215 Spekulatif Buy BUY
INCO 3180 3130 3280 Sell on strength SELL

Watchlist

saham-saham yang perlu diperhatikan

Saham Harga Sup Res Keterangan Rekomen
- 0 0 0 - BUY
- 0 0 0 - BUY
- 0 0 0 - BUY

Erdikha Daily Report dan Rekomendasi Erdikha 3 didistribusikan via email setiap hari bursa dan dapat dilihat juga di website: http://www.erdikha.com.

Rekomendasi Erdikha 3 juga di broadcast setiap hari melalui blackberry messenger (bbm). Silakan contact Erdikha Sekuritas di pin bb 26463555.









  Berita Harian
       Copyright 2010 PT Erdikha Elit Sekuritas. All rights reserved.                                                                                   Home  |   AOnline  |   Tentang Kami  |   Service  |   Berita