Hubungi Kami |  Disclaimer   
Pengaduan Rekening Dana Investor

Login AKSes
 Online Trading & Reporting
AOnline
Aplikasi online untuk melakukan transaksi beli dan jual saham secara aman, real time dan mudah.
selengkapnya
AO Reporting
Sistem online laporan data nasabah Erdikha.
Daftar
User Login


 Lembaga Terkait







 Keterbukaan Informasi

Keterbukaan Informasi
IPO PT Fuji Finance Indonesia Tbk

fuji_finance

Prospektus Ringkas
IPO PT ENVY TECHNOLOGIES INDONESIA TBK

envy

Informasi Tambahan Prospektus Ringkas
IPO PT ENVY TECHNOLOGIES INDONESIA TBK

envy

Informasi Tambahan Prospektus
IPO PT Fuji Finance Indonesia Tbk

fuji_finance





 Informasi Nasabah
Perubahan T+3 menjadi T+2
  
Perubahan Penyelesaian T+3 menjadi T+2
Success
Bussiness
Bootstrap Carousel
  Market Review & Outlook
20 September 2019
The Bulls is Trying to come back

IHSG 6244  32.16 -0.51%
Net Foreign Buy YTD……..50.85T

R2: 6330
R1: 6290
S1: 6215
S2: 6173

*IHSG Outlook*
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah terjadi consolidation menguji support level 6215, apabila level ini tertembus maka berpotensi melanjutkan pelemahan hingga menguji level support 6173. Indikator stochastic nampak menunjukkan golden cross di level 30 adanya indikasi potensi penguatan yang didukung dengan adanya sinyal beli pada stochastic atau "buy signal on stochastic". Indeks nampak ditransaksikan relatif sepi dengan nilai transaksi terjadi sebesar 7,75 triliun, kendati asing masih melakukan aksi jual bersih sebesar 596 miliar. Pelemahan indeks dibebani oleh seluruh sektor, terutama yang sangat membebani indeks kemarin yaitu pada sektor Agriculture (-1.444%), Misc -Ind (-1.191%), Mining (-1.19%), disusul oleh sektor Basic-Ind (-0.82%), Infrastructur (-0.641%), Manufactur (-0.583%), Trade (-0.405%), Finance (-0.382%), Consumer (-0.282%), Property (-0.013%) yang tidak terlalu membebani indeks kemarin. Hasil rapat Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,25% sebelumnya 5,50% dan beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat BI. Pertama, ketegangan AS-China dan resiko geopolitik yang terus menekan perekonomian dunia dan pasar global. Kedua, PDB 2019 berada di bawah titik tengah bawah kisaran 5-5,4% dan pada 2020 untuk pertumbuhan ekonomi akan menuju titik tengah 5,1-5,5%. Ketiga, Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal III-2019 Tetap Terjaga. "Didukung portofolio dan arus modal masuk pada Juli-Agustus 2019 yang mencapai US$ 3,5 miliar," kata Perry Warjiyo. Neraca Pembayaran Indonesia akan tetap baik sehingga bisa menopang ketahanan eksternal. Keempat, BI proyeksikan defisit transaksi berjalan (CAD/Current Account Deficit) akan tetap terkendali. "Transaksi berjalan tetap terkandali sampai 2020 di 2,5-3% dari PDB ditopang aliran modal masuk," ungkap Perry. Kelima, Pertumbuhan Kredit Melambat Pada Juli 2019 yang mencapai 9,6%. Menurut Perry kredit bank melambat dipengaruhi karena terbatasnya permintaan terhadap kredit korporasi dan BI memproyeksikan untuk kredit bank 2019 bisa tumbuh 10-12% dan pada tahun 2020 tumbuh 11-13%. Keenam, BI sempurnakan aturan mengenai makroprudensial dan BI juga melonggarkan LTV kredit property yang diturunkan 5% dan otomotif 5-10% guna mendorong pertumbuhan kredit bank. Indeks pada hari ini diperkirakan masih bergerak consolidation kecenderungan menguat dengan range pergerakan 6215 sampai 6290. Saham-saham yang dicermati investor untuk hari ini yaitu meliputi JPFA,FREN.

*Global Sentiment*
Sentimen pertama yaitu terkait perundingan dagang AS dan China, pelaku pasar optimis akan ada hasil positif dari negosiasi dagang. Apalagi Presiden Trump sebelumnya mengatakan China telah membeli produk-produk pertanian asal AS dalam jumlah yang besar, sebelum kemudian mengatakan bahwa kesepakatan dagang dengan China bisa diteken sebelum gelaran pemilihan presiden (Pilpres) di AS pada tahun 2020 atau sehari setelahnya.

Sentimen kedua adalah kabar bagus datang dari Benua Biru, Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mengatakan yakin akan mencapai kesepakatan Brexit setelah bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. "Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan (dengan Inggris). Saya melakukan segalanya untuk mencapai kesepakatan karena saya tidak suka ide no-deal, saya pikir itu akan memberikan bencana setidaknya selama satu tahun" kata Juncker kepada Sky News sebagaimana dilansir CNBC International.

*Stock News*
*FREN menguat Rp 9 (+5.84%) ke level Rp 163*
Fitch Ratings Indonesia telah menaikkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Smartfren Telecom Tbk ke CCC+(idn) dari CCC(idn). Kenaikan peringkat mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa Smartfren akan tetap mempertahankan interest coverage di 1,0-1,5x dalam jangka menengah, didukung oleh peningkatan profitabilitas yang kuat. Namun, profil kredit Smartfren tetap dibatasi oleh arus kas yang masih lemah, yang menyebabkan ketidakmampuan untuk membiayai operasinya tanpa pendanaan eksternal yang bersifat ekuitas.

*INCO melemah Rp 50 (-1.33%) ke level Rp 3,690*
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bakal membangun dua pabrik pengolahan atau smelter. Bayu Aji, Senior Manager Communications Vale Indonesia menyampaikan saat ini pihaknya akan mematangkan skema joint venture (JV) untuk menggarap dua proyek smelter. Untuk pembangunan smelter nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, INCO akan bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang yakni Sumitomo. Menurutnya, pemilihan mitra JV memang memerlukan waktu yang cukup lama lantaran perlu adanya kajian mendalam terhadap masing-masing calon mitra, selain itu mereka juga memastikan mitra yang terpilih memiliki visi dan misi yang selaras dengan PT Vale.

*Indikator*
Pertumbuhan ekonomi (Q II-2019)______________ 5,05% YoY
Inflasi (Agustus 2019)_______________________ 3,49% YoY
BI 7 Day Reverse Repo Rate (Agustus 2019)____ 5,25%
Defisit anggaran (APBN 2019)_________________ -1,84% PDB
Transaksi berjalan (Q II-2019)_______________ -3,04% PDB
Neraca pembayaran (Q II-2019)________________ -US$ 1,98 miliar
Cadangan devisa (Agustus 2019)__________________ US$ 126,4 miliar



Trading Idea

Erdikha 3

Rekomendasi hari ini:     2019-09-20

Saham Harga Sup Res Keterangan Rekomen
ANTM 1065 1030 1110 - BUY
EXCL 3500 3450 3620 - BUY
MEDC 755 750 785 - BUY

Watchlist

saham-saham yang perlu diperhatikan

Saham Harga Sup Res Keterangan Rekomen
- 0 0 0 - BUY
- 0 0 0 - BUY
- 0 0 0 - BUY

Erdikha Daily Report dan Rekomendasi Erdikha 3 didistribusikan via email setiap hari bursa dan dapat dilihat juga di website: http://www.erdikha.com.

Rekomendasi Erdikha 3 juga di broadcast setiap hari melalui blackberry messenger (bbm). Silakan contact Erdikha Sekuritas di pin bb 26463555.









  Berita Harian
       Copyright © 2010 PT Erdikha Elit Sekuritas. All rights reserved.                                                                                   Home  |   AOnline  |   Tentang Kami  |   Service  |   Berita